Investasi di Reksadana? Mengapa Tidak?!


Klasik, Malang
Sobat, pernahkah kalian mendengar istilah reksadana? Mungkin bagi segelintir orang, reksadana merupakan hal yang akrab di telinga mereka. Orang-orang yang akrab dengan istilah reksadana itu bisa jadi merupakan para pelaku ekonomi atau orang yang pernah berkecimpung dalam dunia tersebut. Namun bagi kebanyakan masyarakat awam, reksadana nampaknya masih cukup asing. Maka dari itu, disini kita kupas bareng-bareng tentang reksadana ini sob.
 
Sobat, reksadana bisa diartikan sebagai suatu wadah yang digunakan untuk mengumpulkan alias menghimpun dana dari para pemodal (masyarakat). Nah, dana yang terkumpul tersebut diinvestasikan pada portofolio efek atau paper asset. Contoh portofolio efek tersebut yaitu obligasi (surat utang), produk pasar uang, dan juga saham. Reksadana tersebut sepenuhnya dikelola oleh Manajer Investasi. Bagi yang ingin memulai berinvestasi atau menanamkan modal di reksadana, hendaknya mengetahui minimum dana yang diperlukan untuk setoran awalnya.
 
Setelah mengenal apa yang dimaksud dengan reksadana, kita juga harus mengenal jenis-jenis reksadana sob. Jenis reksadana ada beberapa macam sob, yaitu reksadana saham, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, dan yang terakhir adalah reksadana campuran. Yang akan kita kupas secara mendalam hanya reksadana saham ya sob, untuk jenis reksadana lainnya kita bahas sedikit saja. Yuk kita simak.
 
1. Reksadana Saham
Reksadana saham merupakan jenis reksadana yang portofolionya adalah saham. Keuntungan ataupun kerugian yang akan diperoleh para pemilik modal berasal dari kenaikan atau penurunan harga saham. Lantas apa saja komposisi dari investasi reksadana saham ini sob? Sesuai dengan namanya, jenis reksadana ini komposisi yang paling dominan adalah saham. Persentasenya mencapai 80% atau bahkan lebih.
 
Reksadana saham ini seringkali disebut sebagai reksadana yang menawarkan keuntungan besar dan terbaik. Keuntungan yang ditawarkan ini ternyata juga berbanding lurus dengan resiko yang ditanggung sob. Jangan sampai terlintas dalam benak sobat bahwa reksadana jenis ini dan juga jenis lainnya tidak memiliki resiko. Sobat harus memperhatikan berbagai resiko yang akan didapat, selain tentunya memperhatikan potensi keuntungan yang akan sobat peroleh dari investasi reksadana tersebut.
 
Tujuan Reksadana Saham yang paling diminati oleh para investor biasanya adalah untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Satu hal yang perlu sobat ketahui bahwa reksadana saham ini merupakan jenis reksadana jangka panjang. Artinya bahwa perlu waktu minimal 5-10 tahun sebagai target ideal dalam berinvestasi di reksadana saham ini.
 
Salah satu agen penjual reksadana yang terpercaya adalah DBS Bank. Bank yang berkantor pusat di Singapura ini merupakan bank terbesar di Asia Tenggara. DBS Bank tidak hanya beroperasi di Singapura saja, akan tetapi sudah merambah negara-negara lain, salah satunya adalah Indonesia.
 
2. Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana jangka pendek yang memiliki resiko cukup kecil dan terendah di antara jenis reksadana yang lain. Reksadana pasar uang ini sangat cocok bagi sobat yang masih belum terlalu nekat untuk mengambil resiko tinggi.
 
3. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana dimana Manajer Investasi (MI) menginvestasikan 80% uang dari investor kepada produk investasi pendapatan tetap (pada umumnya adalah obligasi). Tingkat resiko pada reksadana pendapatan tetap ini bisa dikatakan tidak terlalu besar. Keuntungan yang diperoleh juga berbanding lurus dengan tingkat resikonya. Reksadana jenis ini cocok bagi sobat yang ingin mendapatkan keuntungan stabil dari investasi yang dijalankan.
 
4. Reksadana Campuran
Reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang menawarkan kombinasi investasi ke lebih dari satu instrumen. Dalam arti lain, reksadana campuran ini menginvestasikan uang dari para pemodal ke dalam saham dan instrument pendapatan tetap. Keuntungan yang diperoleh dari reksadana jenis ini cukup besar, tetapi tidak sebesar keuntungan reksadana saham.
 
Sobat, dari empat jenis reksadana di atas, yang pada umumnya menarik perhatian dan minat para investor adalah reksadana saham. Mengapa? Karena keuntungannya cukup besar. Sobat semua harus cerdas dalam melihat dan memperhatikan tujuan reksadana saham ini agar resiko besar itu dapat diminimalisir.
Previous
Next Post »