Kenali Berbagai Manfaat Pijat Bayi


Klasik, Malang
Sobat, setiap pasangan suami istri yang mempunyai buah hati tentu merasakan suka duka dalam merawat sang anak. Terlebih lagi jika pasangan tersebut baru pertama kali merasakan pengalaman sebagai ayah dan ibu. Merawat seorang buah hati, apalagi yang masih dalam usia balita, membutuhkan kecermatan dan perhatian khusus. Karena itulah, maka tidak sedikit para orang tua menyerahkan perawatan bayinya kepada seorang yang ahli dalam hal perawatan bayi, misalnya baby sitter. Akan tetapi, masih banyak pula orang tua yang memilih untuk merawat bayinya sendiri. Alasannya adalah bahwa mereka selalu ingin menghabiskan waktunya bersama sang buah hati tercinta.
 
Perawatan bayi yang biasanya kurang mendapat perhatian dari para orang tua adalah pijat bayi. Sebetulnya pijat bayi ini tidak harus dilakukan oleh para professional sob. Dalam artian bahwa ayah dan bunda di rumah bisa melakukannya sendiri. Tapi dengan catatan bahwa mereka harus mengetahui cara dan waktu yang tepat untuk memijat sang buah hati, serta tidak boleh sembarangan dalam memijat. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada buah hati.
 
Apa sih pijat bayi itu? Apa saja manfaatnya? Yuk kita kupas disini sob. Pijat bayi bisa dikatakan sudah menjadi sebuah tradisi yang dilakukan secara turun-temurun, khususnya di Indonesia. Pijat bayi adalah kegiatan mengurut atau memijat bagian-bagian tubuh bayi untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh sang bayi. Seperti halnya orang dewasa, seorang bayi juga membutuhkan pijatan-pijatan kecil. Karena tidak dapat kita pungkiri bahwa bayi juga dapat merasakan  pegal di sekujur tubuhnya yang diakibatkan aliran darah yang kurang lancar, dan lain sebagainya.
 
Tidak sedikit ahli kesehatan bayi yang menyatakan bahwa pijat bayi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang sang buah hati. Selain berguna untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah, pijat bayi juga dapat membantu perkembangan struktur dasar otak sang bayi. Selain itu, pijat bayi juga dapat meningkatkan atau mengoptimalkan ikatan emosi antara ibu dengan sang buah hati. Masih sangat banyak manfaat melakukan pijat bayi lainnya yang tidak dapat dijelaskan satu persatu sob.
 
Salah satu hal yang wajib diketahui dalam memijat bayi adalah waktunya. Pijat bayi tidak dianjurkan untuk dilakukan dalam waktu-waktu seperti berikut, misalnya setelah bayi selesai menyusu atau makan, saat bayi tidak mau dipijat, saat keadaan kesehatannya tidak terlalu baik, dan lain-lain. Buatlah perasaan bayi senyaman mungkin saat proses pemijatan berlangsung.
 
Memijat bayi juga harus memperhatikan usia sang bayi. Jika bayi berusia di bawah satu bulan, kita hanya diperbolehkan melakukan gerakan atau usapan halus. Ketika bayi berusia antara 1-3 bulan, pijat bayi dilakukan dengan gerakan halus yang disertai dengan tekanan ringan di seluruh bagian tubuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apabila bayi menginjak usia 3 bulan- 3 tahun, disarankan untuk memijat dengan disertai gerakan menekan dalam waktu yang cukup lama.
 
Di samping semua hal itu, yang harus bunda perhatikan adalah teknik dan urutan dalam melakukan pijatan pada bayi tersebut. Hal ini harus betul-betul bunda pelajari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat.
Previous
Next Post »