Cerdas Mencegah dan Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi


Klasik, Malang
Sobat, ketika pasangan suami istri dikaruniai seorang bayi, tentu mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Terlebih jika bayi tersebut merupakan anak pertama mereka. bagi pasangan suami istri muda, menjaga dan merawat seorang bayi bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Butuh perhatian dan kewaspadaan ekstra dari kedua orang tua agar sang bayi dapat tumbuh sehat dan sesuai harapan. Namun, meskipun tingkat kewaspadaan orang tua dalam menjaga dan merawat bayi sudah tinggi, akan ada saja hal-hal yang mengganggu dan menjadikan sang bayi merasa tidak nyaman.
 
Seorang bayi bisa saja sewaktu-waktu terserang berbagai penyakit. Tentu penyakit yang dimaksud disini adalah penyakit yang diderita bayi pada umumnya. Hal tersebut dikarenakan tubuh bayi belum cukup kuat untuk menangkal bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh mereka. maka dari itu diperlukan peran vital orang tua untuk berusaha menjaga dan melindungi sang bayi dari serangan bakteri jahat.
 
Di antara keluhan-keluhan dan penyakit yang sering diderita oleh seorang bayi adalah perut kembung, batuk, pilek, diare, alergi, iritasi kulit, dan masih banyak lagi. Berbagai keluhan dan penyakit tersebut harus diperhatikan secara serius dan tidak boleh dianggap remeh. Hal itu akan berdampak fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
 
Ketika bayi mulai rewel dan menangis tanpa alasan yang jelas, itu tandanya ada hal yang tidak beres. Bisa jadi bayi tersebut sedang mengalami perut kembung. Jika biasanya bayi menangis karena kelaparan ataupun kehausan, berbeda halnya dengan perut kembung. Meskipun telah diberikan ASI oleh bunda, bayi tersebut akan tetap rewel dan menangis. Tentu bagi pasangan yang baru pertama kali mempunyai momongan akan bingung menghadapi masalah ini. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir. Anda terlebih dahulu harus memahami ciri-ciri perut bayi yang sedang kembung. Kemudian barulah Anda mengambil tindakan terhadapnya.
 
Selain rewel dan sering menangis tanpa sebab yang jelas, bayi yang sedang mengalami kembung bisa dilihat dari perutnya yang terasa agak keras ketika dipegang. Di samping itu, seringnya bayi mengeluarkan gas alias kentut juga bisa dikategorikan sebagai perut kembung.
Untuk berjaga-jaga agar perut bayi bisa terhindar dari kembung, bunda harus mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut. Peribahasa yang harus menjadi pegangan semua orang adalah “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Berkaitan dengan pencegahan perut kembung pada bayi, Bunda harus memperhatikan asupan makanan untuk bayinya. Ketika sang bayi sudah mulai bisa makan, Bunda harus betul-betul memperhatikan makanan yang diberikan kepada bayinya. Banyak orang yang berpendapat bahwa berbagai jenis sayuran sangat baik dikonsumsi bayi yang masih dalam tahap perkembangan. Hal ini merupakan persepsi yang keliru. Terdapat beberapa jenis sayuran yang dapat menjadikan perut si bayi kembung, seperti brokoli.
 
Tidak hanya asupan makanan sang bayi, Bunda juga harus memperhatikan makanan apa yang mereka konsumsi. Bagi seorang bayi yang masih mengonsumsi ASI, tentu makanan yang dikonsumsi oleh sang Bunda dapat berpengaruh terhadap kualitas ASI, dan pada akhirnya akan berdampak pada si bayi itu sendiri. Makan dari itu, Bunda harus menghindari makanan yang ditengarai akan memproduksi gas secara berlebihan setelah dicerna, semisal brokoli, bawang, dan lain sebagainya.
Previous
Next Post »