Keseruan Debat Kandidat Menuju Kursi DKI 1




Klasik, Malang
PILKADA serentak 2017 sebentar lagi akan digelar, tepatnya pada pertengahan februari nanti. Banyak masyarakat yang dengan cermat mengikuti perkembangan PILKADA ini. Mayoritas fokus masyarakat tersebut tertuju pada gelaran pemilihan gubernur DKI Jakarta. Banyaknya perhatian yang tertuju pada gelaran pesta demokrasi daerah di DKI ini dirasa tidaklah berlebihan. Hal itu karena DKI Jakarta merupakan Ibukota negara dan juga banyak dijadikan sebagai daerah pencontohan oleh provinsi lain.

Tertujunya fokus masyarakat pada PILKADA DKI 2017 ini tidak hanya karena dua faktor tersebut. Akan tetapi juga karena popularitas para pasangan calon yang bertarung memperebutkan kursi DKI 1. Kita mengenal nama AHY-Sylvi, Ahok-Djarot, dan juga Anies-Sandi. Beberapa tahap harus dilewati oleh para pasangan calon untuk memperebutkan jabatan sebagai gubernur DKI Jakarta. Mulai dari mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, pengumuman nomor urut, masa kampanye dan debat kandidat, hingga masa pencoblosan alias pemilihan.

Saat ini, para pasangan calon sedang menjalani masa kampanye dan debat publik. Masa kampanye ini sudah dimulai sejak akhir Oktober 2016 lalu, dan akan berakhir pada 11 Februari mendatang. Masing-masing pasangan calon mempersenjatai diri mereka dengan program-program unggulan yang bertujuan untuk menarik simpati dan suara masyarakat DKI.

KPU DKI Jakarta juga menjadwalkan beberapa tahap debat calon gubernur DKI 2017 Okezone. Masing-masing tahapan debat terbuka ini akan digelar pada 13 Januari, 27 januari, dan terakhir pada 10 Februari 2017. Setiap tahapan debat kandidat cagub dan cawagub ini juga memiliki tema yang berbeda-beda. Tentu masih hangat dalam ingatan kita tentang bagaimana berlangsungnya debat kandidat tahap pertama pada 13 Januari lalu. Debat pertama yang bertemakan “Pembangunan Sosial Ekonomi untuk Jakarta” tersebut sangat menarik perhatian kita. Masing-masing pasangan calon saling menyerang pasangan lainnya. Tentu dalam hal ini masing-masing pasangan calon saling serang terkait program yang dimunculkan paslon lawan. Debat yang dihadiri oleh tim sukses serta para pendukung masing-masing pasangan calon tersebut tampak sangat menarik.

Diawali dengan segmen penyampaian visi misi yang diusung masing-masing paslon, kemudian dilanjutkan dengan penajaman visi misi, dan juga tidak ketinggalan segmen saling lempar pertanyaan dari satu paslon ke paslon lainnya.
Yang tidak kalah menarik perhatian pada debat tahap pertama tersebut adalah sang moderator, Ira Koesno. Wanita yang bernama lengkap Dwi Noviratri Koesno ini cukup menarik perhatian kala berlangsungnya debat tersebut. Ira Koesno terlihat tegas dan lugas, serta cukup kredibel dalam memoderatori debat PILKADA DKI Jakarta tahap pertama lalu. Selain itu, sosok Ira yang terlihat awet muda, meski sudah berusia 47 tahun, semakin menjadikannya bahan pembicaraan netizen di seluruh Indonesia.

Pada debat tahap kedua yang akan dilangsungkan pada 27 Januari nanti akan dimoderatori oleh Profesor Eko Prasodjo (salah seorang Guru Besar Politik Universitas Indonesia) dan Tina Talisa (jurnalis dan pernah menjadi presenter di beberapa stasiun televisi). Tentu kedua moderator yang ditunjuk langsung oleh KPU DKI Jakarta tersebut merupakan orang yang dianggap mumpuni dalam hal memimpin debat.

Debat tahap kedua yang bertema “Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik, serta Penataan Kawasan Perkotaan” ini akan berlangsung selama 120 menit. Berbeda dengan debat tahap pertama lalu yang hanya berdurasi 90 menit. Tentu penambahan durasi debat ini bertujuan agar program-program yang disampaikan masing-masing pasangan calon dapat tersampaikan secara jelas dan mendalam. Jangan sampai Anda melewatkan debat calon gubernur DKI 2017 Okezone pada hari Jumat, 27 Januari mendatang.
Previous
Next Post »